Skip to main content

MOMENTUM TAHUN BARU ISLAM


OLEH : ASHHABUL YAMIN


Alhamdulillah wasyukrulillah, Alhamdulillah ala kullihal. Mari tiada henti-hentinya dan tidak boleh berhenti kita bersyukur kehadirat Alloh SWT atas segala nikmat yang telah tercurahkan kepada kita sekalian, Alhamdulillah hari ini kita sudah berada ditahun yang baru yakni tahun 1439 Hijriyah, tepatnya tanggal 2 Muharram 1439 Hijriyah.

Sahabat fillah, marilah ditahun baru ini kita jadikan sebagai momentum untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan keimanan dan ketakawaan kita kepada Alloh SWT. Tentu saja setelah kita bermuhasabah diakhir tahun kemarin. Kita bermuhasabah merenungi betapa ditahun yang kemarin waktu yang kita miliki terlalu banyak dilalaikan oleh kehidupan dunia yang terasa indah dan melalaikan. Ketidak istiqomahan mewarnai ibadah-ibadah kita. Al Qur’an dikamar hanya menjadi perhiasan, bahkan tidak jarang banyak yang berdebu karna tidak pernah disentuh. Menyentuh tidak pernah apalagi membacanya. Begitu juga aplikasi Al Qur’an di ponsel pintar yang dimiliki hanya sebagai aplikasi tambahan, kalah saing dengan aplikasi facebook, what’s app, twitter, instagram, dll. Bagaimana dengan shalat…??? Shalat shubuh kesiangan, shalat isya tanpa pengahayatan,shalat dzuhur sibuk kerja, dan shalat ashar tidur. Ketikdpekaan sosial kita melihat saudara-saudara kita yang tidak beruntung secara ekonomi, anak yatim dan fakir miskin yang terabaikan. Anak yatim tidak dimuliakan, dan tidak saling mengajak memeberi makan fakir miskin.

Sahabat fillah, judul tulisan ini adalah “Momentum Tahun Baru Islam”.
Inilah tahun baru ummat Islam yang sesungguhnya. Ummat Islam patut bergembira menyambut dan merayakan tahun barunya. Lalu apa yang dimaksud dengan momentum? Momentum adalah sebuah kajian ilmiah yang dikaji oleh para ahli fisika. Dalam fisika momentum adalah besaran yang berkaitan dengan kecepatan dan berat suatu benda. Momentum akan berubah seiring dengan perubahan kecepatan dan berat suatu benda. Semakin cepat pergerakan suatu benda, semakin besar juga momentumnya. Semakin besar momentum, maka semakin dahsyat kekuatan yang dimiliki oleh suatu benda. Jika benda dalam keadaan diam, maka momentumnya sama dengan nol. Sebaliknya jika semakin cepat pergerakannya, maka semakin besar juga momentumnya. Filosofinya adalah jika manusia tidak mau bergerak atau malas, maka hasil kerjanya sama dengan nol. Jadi yang dimaksud dengan momentum itu bukan waktu Tahun Barunya, tapi hasil dari pergerakan atau tindakan nyata yang harus dilakukan oleh seseorang untuk mewujudkan momentum atau hasil kerja yang maksimal di Tahun baru ini. Seberapa sering kita bertemu dengan 1 Muharram, bulan Ramadhan, bulan Dzulhijjah,  dan bulan-bulan mulia yang lainnya, tetaplah yang menjadi penentu dan faktor utama adalah kita sendiri. Kita yang menentukan untuk terus bergerak melakukan perubahan-perubahan, peningkatan-peningkatan amal kebaikan tentunya.

Sahabat fillah, Untuk itu merenung dan bermuhasabah dari betapa jauhnya kita dari Alloh SWT yang telah menjadikan kita sebagai khalifah dimuka bumi ini untuk hanya beribadah kepada Nya. Beribadah yang dimaksud disini tentulah beribadah dalam arti yang sangat luas. Bekerja adalah ibadah, menuntut ilmu juga ibadah, menyingkiran duri dijalan juga ibadah, dan banyak lagi ibadah-ibadah lainnya. Namun jangan sampai ada ibadah yang satu bertentangan dengan ibadah lainnya, misalnya seorang petani yang terus saja bekerja disaat adzan sudah berkumandang, atau seorang pegawai kantor yang tidak bergeming dari meja kerjanya ketika adzan sudah berkumandang. Karena pada hakikatnya semua ibadah-ibadah itu bertujuan mendekatkan diri kita dengan Alloh, bukan malah sebaliknya, menjauhkan kita dengan Alloh, hingga hati menjadi gelisah, punya uang banyak tapi hati tidak tenang, selalu dihantui oleh rasa takut dicuri, rugi, dsb. Ingatlah, semuanya itu hanya titipan saudaraku.

Sahabat fillah, jika bukan sekarang lalu kapan lagi kita akan berhijrah untuk lebih dekat dengan Alloh SWT. Mari saudaraku mumpung masih sehat, mumpung masih diberikan kesempatan untuk hidup. Kita butuh berapa Jum’at lagi untuk bisa dengan khidmat mengikutinya? Kita butuh berapa waktu lagi untuk bisa shalat berjamaah? Kita butuh berapa waktu luang lagi untuk membaca Al Qur’an? Kita butuh berapa Muharram lagi untuk bermuhasabah dan merenung atas kekurangan kita dimasa kemarin? Mungkin ini jum’at yang terakhir, bahkan mungkin ini muharram yang terakhir.

Comments

Popular posts from this blog

TASYAKKURAN PELANTIKAN KEPALA DESA KALIJAGA TENGAH BERASA TABLIGH AKBAR

Desa Kalijaga Tengah hari ini melangsungkan acara Tasyakkuran Pelantikan Kepala Desa Kalijaga Tengah periode 2018-2024. Acara ini dirangkaikan dengan Silaturrahmi Bapak Drs. H. Sukiman Azmy, MM Bupati Lombok Timur terpilih periode 2018-2023. Kepala Desa Kalijaga Tengah Bapak Ashari, S.PdI yang telah dilantik pada tanggal 16 Agustus lalu mengawal langsung acara ini. Bertempat di Masjid Darurat Raudhatul Jannah Dusun Asmalang Selatan Desa Kalijaga Tengah acara ini dihadiri oleh segenap komponen masyarakat yang ada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya. Tampak juga hadir Bapak Camat Aikmel H. Hadi Fathurrahman, Bapak Kapolsek Aikmel dan jajarannya, para guru dari berbagai sekolah dan madrasah yang berada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya serta beberapa kepala desa diwilayah kecamatan Aikmel dan lenek. Acara ini terpaksa mundur dari jadwal yang semestinya berlangsung mulai pukul 10.30 Wita akibat padatnya agenda Bupati Lotim terpilih ini. Beliau baru tiba dilokasi acar...

MEMUNCULKAN SISI KEMANUSIAAN DALAM DAKWAH

OLEH : ASHHABUL YAMIN Memunculkan sisi kemanusiaan dari dakwah adalah satu dari sekian resep jitu yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam mengemban Risalah dari Allah SWT. Sebuah resep dakwah yang efektif yang dijalankan dan terbukti ampuh mampu menyebarkan Agama Islam ini keseluruh penjuru dunia. Beliaupun telah mentransformasikan resep dakwah itu kepada para sahabat beliau. Sebuah prestasi yang membanggakan dan sulit untuk dibayangkan bagaimana beliau berproses memperjuangkan dakwah ini. Proses itupun sudah sedikit banyak kita dengar dari sirah nabawiyah beliau, bagaimana beliau ketika menjadi panglima pada perang uhud, bagaimana para sahabat yang dalam keadaan terluka parah bangkit dan bangun mengejar kaum kafir atas perintah dari nabi. Sungguh totalitas yang sulit dipercaya. Hubungan kemanusiaan atau social relation adalah hal yang menjadi perhatian beliau ketika berdakwah. Beliau meyakini bahwa tegaknya agama Allah ini adalah menegakkan secara totalitas s...

STRATEGI MERAIH KEBERKAHAN DENGAN MENJAGA WUDHU

OLEH : ASHHABUL YAMIN Hidup dalam keberkahan, tentu menjadi dambaan setiap insan. Dengan keberkahan waktu yang sedikit sekalipun menjadi lebih produktif, uang belanja yang pas-pasan pun menjadi cukup untuk kebutuhan hidup keluarga, peluang-peluang untuk semakin banyak berbuat kebaikanpun semakin terbuka lebar, dan kebahagiaan hidup dunia dan akhiratpun insyaalloh akan kita raih. Begiutlah jika hidup kita dipenuhi dengan keberkahan. Bagaimana strategi untuk mendapatkan hidup yang berkah? Strateginya adalah dengan membuka kran perbuatan baik sebanyak-banyaknya, dan menutup kran perbuatan negatif srapat-raptanya. Strategi yang dimaksud akan dapat efektif jika kita mampu memulainya dengan menjaga wudhu. Berwudhu adalah bersuci dari hadast kecil yang biasa kita lakukan sebelum melakukan ibadah-ibadah yang mensyaratkan berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukannya, seperti shalat dan membaca Al Qur’an. Setelah berwudhu kita akan merasakan perubahan suasana kebathinan da...