Skip to main content

TEKNIK SNOWBALL THROWING MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN AKTIF EFEKTIF KREATIF DAN MENARIK



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1


Nama sekolah                   : SMAN 3 Donggo
Kelas     / Program            : X Umum
Mata Pelajaran                 : PPKn
Materi Pokok/ Tema      : Nilai-nilai Pancasila dalam Kerangka Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan Negara

Alokasi Waktu                  : 2 X 45’

A.        Kompetensi Inti
1.         Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.         Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan  bangsa dalam pergaulan dunia.
3.         Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.         Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.        Komptensi Dasar
1.1.    Mensyukuri  nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan  pemerintahan negara sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.1      Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyenggaraan  pemerintah Negara
3.1     Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
4.1     Mewujudkan keputusan bersama sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara 






C.        Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1.  Menunjukkan perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
1.1.2.  Menunjukkan perilaku bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan YME
1.2.1.  Menunjukkan perilaku bersyukur sebagai bangsa Indonesia
1.2.2.  Menunjukkan perilaku bersyukur dengan adanya jaminan memeluk agama dan meyakini kepercayaan terhadap Tuhan YME
1.1.1.  Menunjukkan perilaku menghormati kebebasan memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing
1.1.2.  Menunjukkan perilaku menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
1.4.2.  Menjaga lingkungan hidup disekitar rumah tempat tinggal, sekolah, dan masyarakat
1.4.3.  Memelihara hubungan baik dengan sesama umat beragama yang berbeda-beda
2.1.1.  Menunjukkan perilaku jujur dalam proses pembelajaran
2.1.2.  Menunjukkan perlaku disiplin dalam proses pembelajaran
2.1.3.  Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam proses pembelajaran
2.2.3.  Menunjukkan perilaku kerja sama dalam proses pembelajaran
2.3.1.  Menunjukkan perilaku gotong royong dalam proses pembelajaran
2.3.2.  Menunjukkan perilaku toleransi dalam proses pembelajaran
2.3.3.  Menunjukkan perilaku damai dalam proses pembelajaran
2.4.2.  Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif dalam proses pembelajaran
2.5.1.  Menunjukkan perilaku santun dalam proses pembelajaran
3.1.1   Menjelaskan teori pemisahan dan pembagian kekuasaan
3.1.2   Menyebutkan pembagian kekuasaan Negara
3.1.3   Membedakan sistem pemerintahan presidensil dan parlamenter

D.        Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara melalui mengamati, mengidentifikasi, mengumpulkan data, dan mempresentasikan hasil analisis kerja kelompok tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara dengan baik.

E.         Materi Pembelajaran
Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
a.       Teori pemisahan dan pembagian kekuasaan
b.      Pembagian kekuasaan negara
c.       Sistem pemerintahan



F.         Metode Pembelajaran
1.    Model/ Pendekatan       : PAIKEM
2.    Metode                                                : Diskusi
3.    Teknik                                   : Snowball Throwing

G.       Kegiatan Pembelajaran
Langkah Pembelajaran

Deskripsi
Alokasi Waktu
Kegiatan pendahuluan
1.       Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
2.       Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;
3.       Mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai;
4.       Menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas.
20 menit
Kegiatan Inti
1.       Guru memulai dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar dan video terkait penyelenggaraan Negara/ pemerintahan
2.       Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan terkait gambar/ video yang baru saja diamati
3.       Sampaikan apresiasi kepada peserta didik yang sudah berpartisipasi dalam proses menanya.
4.       Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk kemabali mengamati buku pelajarannya untuk mengumpulkan data terkait materi yang sedang dibahas
5.       Guru memfasilitasi peserta didik dengan 5 lembar kertas HVS warna atau media lain yang dapat digunakan sebagai bola salju. Masing-masing kertas dicantumkan pertanyaan-pertanyaan tentang materi pelajaran.
6.       Setiap peserta didik yang mendapatkan lemparan bola salju (gulungan kertas HVS warna), mencantumkan nama dan menjawab pertanyaan yang ada dikertas bola salju. Kemudian menggulung dan melemparkannya kembali kepada teman yang lain.  Begitu seterusnya. Peserta didik yang sudah menulis tidak boleh menulis lagi dan memberi kesempatan kepada peserta didik lain yang belum menulis dengan melemparkan bola.
7.       Guru mengatur waktu kapan peserta didik menulis dan melemparkan bola saljunya
8.       Kertas-kertas bola salju yang berisi jawaban-jawaban peserta didik dan dianalisis atau dikomentari oleh peserta didik lainnya
50 menit
Penutup
1.       Guru bersama peserta didik bersama-sama menyimpukan materi terkait pembagian kekuasaan dan sistem pemerintahan
2.       Guru bersama peserta didik melakukan refleksi seluruh proses pembelajaran
3.       Guru melakukan tindak lanjut untuk pembelajaran pertemuan berikutnya
20 menit




H.       Penilaian
Aspek yang dinilai                   : Pengetahuan, sikap
Teknik penilaian                      : Tes tulis terbuka

I.          Media/ alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media/ alat          : LCD Proyektor, whitboard, minispeaker, laptop, kertas HVS warna
Sumber belajar    :
-          Buku Siswa PPKn Untuk SMA/ MA/ SMK (Wajib) Seri Character Building
-          Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA Kelas X Edisi Revisi 2016. Kemendkbud RI. 2016
-          Buku saku UUD NKRI 1945
               
J.          Lampiran
Penilaian aspek pengetahuan
Nama sekolah                          : SMAN 3 Donggo
Kelas/ Semester                     : X/ 1
TP                                                  : 2019/ 2020
KD                                                 :
3.1   Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
No
KD
Materi
Indikator soal
Level kognitif
No. soal
Bentuk soal
1
3.1   Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Diberikan beberapa pendapat terkait teori pemisahan dan pembagian kekuasaan
Penalaran (C4)
1,2
Uraian
2
3.1   Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Diajukan beberapa ketentuan dalam UUD 1945 terkait pembagian kekuasaan di Indonesia
C3
3
Uraian
3
3.1   Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Di uraikan beberapa lembaga eksekutif dari pusat sampai daerah
C3
4
Uraian
4
3.1   Menganalisis Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Diberikan 2 (dua) jenis system pemerintahan, yakni presidensil dan parlementer
C3
5
Uraian
SOAL
1)       Terdapat banyak ahli yang mengungkapkan padangannya mengenai pembagian kekuasaan pemerintahan. Salah satunya John Locke memberikan pendapatnya mengenai 3 (tiga) lembaga pemerintahan yang didasarkan pada teori pemisahan kekuasaan. Uraikan 3 (tiga) lembaga pemerintahan yang dimaksud!
2)       Montesque membeirikan pendapatnya mengenai pembagian kekuasaan Negara. Terdapat 3 (tiga) Pembagian kekuasaan Negara yang disebutkan oleh Montesque. Uraikan 3 (tiga) pembagian kekuasaan yang dimaksud!
3)       Ketentuan tentang lembaga pemegang kekuasaan legislatif di Indonesia  di atur dalam beberapa bab dan pasal dalam batang tubuh UUD 1945 di antaranya Bab II (pasal 2 dan 3), Bab VII (pasal 19, 20, 20A, 21, 22, 22A, dan 22B), serta Bab VIIA (pasal 22C dan 22D). Uraikan fungsi lembaga legislatif di Indonesia jika mengacu kepada ketentuan-ketentuan tersebut!
4)       Lembaga eksekutif adalah lembaga Negara yang mempunyai kekuasaan melaksanakan peraturan perudang-undangan. Lembaga eksekutif di Indonesia antara lain Presiden, Wakil Presiden, para menteri, dan kepala daerah. Uraikan beberap kewenangan lembaga eksekutif tersebut!
5)       Sistem pemerintahan yang berkembang dan dijalankan oleh Negara-negara di dunia adalah sistem pemerintahan presidensil dan parlementer. Coba uraikan ciri-ciri dari kedua sistem yang dimaksud masing-masing 4 (empat)!

RUBRIK SOAL URAIAN
No.soal
Skor
Indikator
1
20
a)       Lembaga legislatif berfungsi sebagai lembaga pembuat peraturan perudang-undangan;
b)       Lembaga eksekutif berfungsi sebagai lembaga yang menjalankan peraturan perundang-undangan;
c)       Lembaga federatif yang menjalankan fungsi dalam hubungan diplomatik.
15
Jika hanya mampu menguraikan 2 dari indikator pada skor 20
10
Jika hanya mampu menguraikan 1 dari indikator pada skor 20
5
Jika hanya mampu menyebutkan tanpa menguraikan fungsi.
2
20
a)       Lembaga legislatif berfungsi sebagai lembaga pembuat peraturan perudang-undangan sebagai refleski dari kedaulatan rakyat, mediator dan komunikator antara rakyat dan penguasa;
b)       Lembaga eksekutif yakni raja/ presiden yang menjalankan undang-undang;
c)       Lembaga yudikatif yakni lembaga peradilan atau kekuasaan kehakiman
15
Jika hanya mampu menguraikan 2 dari indikator pada skor 20
10
Jika hanya mampu menguraikan 1 dari indikator pada skor 20
5
Jika hanya mampu menyebutkan tanpa menguraikan fungsi.
3
20
Fungsi legislasi yakni membuat undang-undang;
Fungsi budgeting yakni membahas APBN bersama pemerintah;
Fungsi controlling yakni mengawasi pemerintah
15
Jika hanya mampu menguraikan 2 dari indikator pada skor 20
10
Jika hanya mampu menguraikan 1 dari indikator pada skor 20
5
Jika hanya mampu menyebutkan tanpa menguraikan
4
20
a)       Kewenangan diplomatik yakni menyelenggarakan hubungan internasional;
b)       Kewenangan dibidang administrative yakni melaksanakan undang-undang dan menyelenggarakan administrasi Negara
c)       Kewenagan di bidang militer yakni menyelenggarakan angkatan bersenjata, menyelenggarakn perang serta malakukan upaya pertahanan dan keamanan Negara
d)       Kewenangan dibidang yudikatif yakni member grasi, abolisi, dan amnesty
e)       Kewenangan dibidang legislatif yakni merancang undang-undang bersama lembaga legislative
15
Jika hanya mampu menguraikan 3 dari indikator pada skor 20
10
Jika hanya mampu menguraikan 2 dari indikator pada skor 20
5
Jika hanya mampu menyebutkan 1 dan atau tanpa menguraikan fungsi.
5
20
Sistem pemerintahan presidensil:
a)       presiden sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan;
b)       presiden mengangkat dan membehentikan menteri (hak preoregatif);
c)       menteri bertanggung jawab kepada presiden;
d)       masa jabatan presiden ditetapkan dalam jangka waktu tertentu;
e)       presiden dan menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR
sistem pemerintahan parlamenter:
a)       kepala Negara adalah raja/ ratu dan tidak dapat diganggu gugat
b)       kepala pemerintahan adalah perdana menteri
c)       menteri diangkat oleh Perdana menteri namun menteri bertanggung jawab kepada parlemen
d)       perdana menteri dan menteri/ kabinet bertanggung jawab kepada parlemen
e)       kabinet dapat dibubarkan sewaktu-waktu oleh parlemen
15
Jika hanya mampu menguraikan 3 dari indikator pada skor 20
10
Jika hanya mampu menguraikan 2 dari indikator pada skor 20
5
Jika hanya mampu menyebutkan 1 dan atau tanpa menguraikan




Donggo,  24 Mei  2019
Mengetahui,
Kepala SMAN 3 Donggo                                                                    Guru Mata Pelajaran




Drs. Anwar, M, Pd                                                                         Ashhabul Yamin, S.Pd
NIP. 19651231 199802 1 015                                                             NIP. 19870709 201903 1 003




Penyusun : Ashhabul Yamin, S.Pd

Comments

Popular posts from this blog

TASYAKKURAN PELANTIKAN KEPALA DESA KALIJAGA TENGAH BERASA TABLIGH AKBAR

Desa Kalijaga Tengah hari ini melangsungkan acara Tasyakkuran Pelantikan Kepala Desa Kalijaga Tengah periode 2018-2024. Acara ini dirangkaikan dengan Silaturrahmi Bapak Drs. H. Sukiman Azmy, MM Bupati Lombok Timur terpilih periode 2018-2023. Kepala Desa Kalijaga Tengah Bapak Ashari, S.PdI yang telah dilantik pada tanggal 16 Agustus lalu mengawal langsung acara ini. Bertempat di Masjid Darurat Raudhatul Jannah Dusun Asmalang Selatan Desa Kalijaga Tengah acara ini dihadiri oleh segenap komponen masyarakat yang ada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya. Tampak juga hadir Bapak Camat Aikmel H. Hadi Fathurrahman, Bapak Kapolsek Aikmel dan jajarannya, para guru dari berbagai sekolah dan madrasah yang berada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya serta beberapa kepala desa diwilayah kecamatan Aikmel dan lenek. Acara ini terpaksa mundur dari jadwal yang semestinya berlangsung mulai pukul 10.30 Wita akibat padatnya agenda Bupati Lotim terpilih ini. Beliau baru tiba dilokasi acar...

MEMUNCULKAN SISI KEMANUSIAAN DALAM DAKWAH

OLEH : ASHHABUL YAMIN Memunculkan sisi kemanusiaan dari dakwah adalah satu dari sekian resep jitu yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam mengemban Risalah dari Allah SWT. Sebuah resep dakwah yang efektif yang dijalankan dan terbukti ampuh mampu menyebarkan Agama Islam ini keseluruh penjuru dunia. Beliaupun telah mentransformasikan resep dakwah itu kepada para sahabat beliau. Sebuah prestasi yang membanggakan dan sulit untuk dibayangkan bagaimana beliau berproses memperjuangkan dakwah ini. Proses itupun sudah sedikit banyak kita dengar dari sirah nabawiyah beliau, bagaimana beliau ketika menjadi panglima pada perang uhud, bagaimana para sahabat yang dalam keadaan terluka parah bangkit dan bangun mengejar kaum kafir atas perintah dari nabi. Sungguh totalitas yang sulit dipercaya. Hubungan kemanusiaan atau social relation adalah hal yang menjadi perhatian beliau ketika berdakwah. Beliau meyakini bahwa tegaknya agama Allah ini adalah menegakkan secara totalitas s...

STRATEGI MERAIH KEBERKAHAN DENGAN MENJAGA WUDHU

OLEH : ASHHABUL YAMIN Hidup dalam keberkahan, tentu menjadi dambaan setiap insan. Dengan keberkahan waktu yang sedikit sekalipun menjadi lebih produktif, uang belanja yang pas-pasan pun menjadi cukup untuk kebutuhan hidup keluarga, peluang-peluang untuk semakin banyak berbuat kebaikanpun semakin terbuka lebar, dan kebahagiaan hidup dunia dan akhiratpun insyaalloh akan kita raih. Begiutlah jika hidup kita dipenuhi dengan keberkahan. Bagaimana strategi untuk mendapatkan hidup yang berkah? Strateginya adalah dengan membuka kran perbuatan baik sebanyak-banyaknya, dan menutup kran perbuatan negatif srapat-raptanya. Strategi yang dimaksud akan dapat efektif jika kita mampu memulainya dengan menjaga wudhu. Berwudhu adalah bersuci dari hadast kecil yang biasa kita lakukan sebelum melakukan ibadah-ibadah yang mensyaratkan berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukannya, seperti shalat dan membaca Al Qur’an. Setelah berwudhu kita akan merasakan perubahan suasana kebathinan da...