Skip to main content

URGENSI SALING MENGINGATKAN

Belakangan kita melihat fenomena apatis terhadap halaqoh atau majelis kajian ilmu di masyarakat yang kondisinya cukup memprihatinkan. Ketika sebuah tema kajian sudah berkali-kali diulang dalam penyampaiannya, tidak sedikit yang kita dengar bergumam, “ahh,,,itu-itu saja yang disampaikan”, atau “ahh,,, yang sudah-sudah kita tahu saja yang disampaikan” atau “ahh,,, tidak adakah tema yang lain”. Fenomena ini sesungguhnya bukan hal yang baru, namun sudah sejak lama ada. Betapa sombongnya orang yang seperti ini. Merasa sudah benar, merasa sudah cukup, dan tidak perlu lagi mendapat peringatan dari saudaranya. Orang yang sering bergumam seperti ini, saya ingatkan untuk membaca Al Qur’an surah Az Zariyat ayat 55 yang artinya : “Dan tetaplah memberikan peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin”. Jika kita pahami ayat tersebut dengan benar, maka apapun tema kajiannya, yang terpenting adalah menyampaikan tentang sebuah kebenaran, tentu itu akan sangat bermanfaat bagi yang hadir.

Kebermanfaatan sebuah tema kajian bukan hanya ditinjau dari seberapa banyak pengetahuan baru yang kita dapatkan, namun juga dapat ditinjau dari seberapa mantap kita terhadap pengetahuan yang sudah ada. Dalam dunia pendidikan hal inilah yang disebut dengan penguatan. Penguatan yang dimaksud pada tulisan ini adalah pada tataran bagiamana kita mampu mentranformasikan pengetahuan yang sudah ada dalam bentuk sikap dan perilaku, bukan hanya sekedar konsep.

Kembali fokus ke tema tulisan ini, “Urgensi saling mengingatkan”. Mengapa saling mengingatkan adalah sebuah keniscayaan? Secara sederhana kami dapat menjawabnya dengan menjabarkan 4 (empat) alasan, sebagai berikut :
1)  Saling mengingatkan dalam kebenaran adalah perintah Allah dan RasulNya. Hal ini tertera dalam Al Qur’an Surah Al Asr ayat 1-3 dimana Alloh SWT berfirman “Demi masa, sungguh manusia berada dalam keadaan yang merugi, kecuali yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran”. Alloh SWT juga berfirman dalam Al Qur’an surah Az Zariyat ayat 55 yang artinya : “Dan tetaplah memberikan peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin”. Jika kita membaca Tafsir Ibnu Katsir terkait surah Az Zariyat. Ayat 55 tersebut didahului oleh ayat 52 yang artinya : “demikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, “Dia itu pesihir atau orang gila”. Begitulah perlakuan orang-orang yang bodoh kepada para rasul Alloh yang memberi peringatan pada waktu itu. Dalam konteks kekinian tentu tidak separah itu, namun tidak bisa kita pungkiri gejala-gejala yang serupa terjadi juga dimasa kini, di mana banyak sekali manusia dizaman sekarang yang meremehkan majelis-majelis kajian dengan berbagai alasan.
Selanjutnya ayat 55 surah Az Zariyat tersebut dilanjutkan dengan ayat 56 yang artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada ku”. Menurut tafsir Ibnu katsir, ibadah yang dimaksud disini bukan hanya sujud dan sembahyang diatas sajadah, namun ibadah dalam persepektif yang sangat luas. Saling mengingatkan atau hadir dalam majelis kajian juga termasuk ibadah yang utama dan mulia, karena disanalah ladang ilmu, ilmu yang kemudian menunjang kualitas ibadah kita. Karena ibadah yang mantap adalah ibadah yang berkualitas meskipun sedikit, dan derajat ibadah yang berilmu jauh lebih tinggi dibandingkan derajat ibadah orang yang bodoh.

2)    Saling mengingatkan adalah naungan rahmat dan taman surga
Nabi SAW bersabda yang artinya : “jika kamu ingin melihat taman surga, maka hadir lah dalam majelis ilmu/ kajian”

3)    Saling mengingatkan merupakan kebutuhan memori otak
Otak perlu mendapat penyegaran akan sebuah pengetahuan yang sudah ada. Disamping itu saling mengingatkan dapat mengamankan agar pengetahuan yang sudah tidak ada tidak hilang begitu saja. Dewasa ini kontaminasi terhadap memori otak luar biasa dahsyatnya. Lengah sedikit saja maka pengetahuan yang sudah ada dalam memori otak akan tergerus jika tidak dijaga dengan baik.
Tindakan preventif yag bisa kita lakukan pada tataran ini adalah dengan menjaga saluran-saluran yang menjadi pintu masuk informasi-informasi yang berpotensi menggerus memori otak. Tergerusnya memori otak nyaris tidak terasa oleh kita, bahkan tidak berlebihan jika saya katakan tidak kita sadari. Terlebih jika kita sudah sampai terhanyut dan terbuai pada hal-hal yang fatamorgana. Indah dirasa namun sesungghnya perlahan jebakan iblis menanti kelengahan kita. Bukankah betapa banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang telah menegaskan tentang ini kepada kita : “dijadikan terasa indah oleh syaitan kehidupan dunia ini”

4)    Saling mengingatkan merupakan obat ketenangan jiwa
Merasakan ketenangan, keteduhan, kedamaian dalam sebuah halaqoh adalah salah satu ciri muslim yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Perasaan tersebut tentu mengkonfirmasi sebuah hadist yang mengungkapkan : “taman syurga didunia adalah halaqoh ilmu”. Taman syurga tentu akan membuat orang-orang merasakan ketenangan, keteduhan, dan kedamaian ketika berada didalamnya. Maka kita perlu bertanya mengapa banyak juga orang ternyata tidak merasakan ketenangan, keteduhan, dan kedamaian didalam taman syurga. Sungguh beruntung orang-orang yang berada dalam halaqoh ilmu dan merasakan kedamaian didalamnya, dan sungguh rugi orang yang berada dalam halaqoh ilmu, namun tidak merasakan kedamaian didalamnya.

Mengakhiri tulisan ini, kita berdo’a kepada Alloh SWT agar kita senantiasa mendapatkan rahmatNya, ringan langkah kaki kita menuju jalan yang diridhoiNya, serta nikmat dan indah rasaya ketika kita beribadah kepadaNya.


By : Ashhabul Yamin 

Comments

Popular posts from this blog

TASYAKKURAN PELANTIKAN KEPALA DESA KALIJAGA TENGAH BERASA TABLIGH AKBAR

Desa Kalijaga Tengah hari ini melangsungkan acara Tasyakkuran Pelantikan Kepala Desa Kalijaga Tengah periode 2018-2024. Acara ini dirangkaikan dengan Silaturrahmi Bapak Drs. H. Sukiman Azmy, MM Bupati Lombok Timur terpilih periode 2018-2023. Kepala Desa Kalijaga Tengah Bapak Ashari, S.PdI yang telah dilantik pada tanggal 16 Agustus lalu mengawal langsung acara ini. Bertempat di Masjid Darurat Raudhatul Jannah Dusun Asmalang Selatan Desa Kalijaga Tengah acara ini dihadiri oleh segenap komponen masyarakat yang ada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya. Tampak juga hadir Bapak Camat Aikmel H. Hadi Fathurrahman, Bapak Kapolsek Aikmel dan jajarannya, para guru dari berbagai sekolah dan madrasah yang berada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya serta beberapa kepala desa diwilayah kecamatan Aikmel dan lenek. Acara ini terpaksa mundur dari jadwal yang semestinya berlangsung mulai pukul 10.30 Wita akibat padatnya agenda Bupati Lotim terpilih ini. Beliau baru tiba dilokasi acar...

MEMUNCULKAN SISI KEMANUSIAAN DALAM DAKWAH

OLEH : ASHHABUL YAMIN Memunculkan sisi kemanusiaan dari dakwah adalah satu dari sekian resep jitu yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam mengemban Risalah dari Allah SWT. Sebuah resep dakwah yang efektif yang dijalankan dan terbukti ampuh mampu menyebarkan Agama Islam ini keseluruh penjuru dunia. Beliaupun telah mentransformasikan resep dakwah itu kepada para sahabat beliau. Sebuah prestasi yang membanggakan dan sulit untuk dibayangkan bagaimana beliau berproses memperjuangkan dakwah ini. Proses itupun sudah sedikit banyak kita dengar dari sirah nabawiyah beliau, bagaimana beliau ketika menjadi panglima pada perang uhud, bagaimana para sahabat yang dalam keadaan terluka parah bangkit dan bangun mengejar kaum kafir atas perintah dari nabi. Sungguh totalitas yang sulit dipercaya. Hubungan kemanusiaan atau social relation adalah hal yang menjadi perhatian beliau ketika berdakwah. Beliau meyakini bahwa tegaknya agama Allah ini adalah menegakkan secara totalitas s...

STRATEGI MERAIH KEBERKAHAN DENGAN MENJAGA WUDHU

OLEH : ASHHABUL YAMIN Hidup dalam keberkahan, tentu menjadi dambaan setiap insan. Dengan keberkahan waktu yang sedikit sekalipun menjadi lebih produktif, uang belanja yang pas-pasan pun menjadi cukup untuk kebutuhan hidup keluarga, peluang-peluang untuk semakin banyak berbuat kebaikanpun semakin terbuka lebar, dan kebahagiaan hidup dunia dan akhiratpun insyaalloh akan kita raih. Begiutlah jika hidup kita dipenuhi dengan keberkahan. Bagaimana strategi untuk mendapatkan hidup yang berkah? Strateginya adalah dengan membuka kran perbuatan baik sebanyak-banyaknya, dan menutup kran perbuatan negatif srapat-raptanya. Strategi yang dimaksud akan dapat efektif jika kita mampu memulainya dengan menjaga wudhu. Berwudhu adalah bersuci dari hadast kecil yang biasa kita lakukan sebelum melakukan ibadah-ibadah yang mensyaratkan berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukannya, seperti shalat dan membaca Al Qur’an. Setelah berwudhu kita akan merasakan perubahan suasana kebathinan da...