Skip to main content

MASJID SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN


OLEH : ASHHABUL YAMIN

Jika kita sederhanakan, segala bentuk aktifitas transsosial umat islam di masjid pada dasarnya merupakan aktifitas dakwah. Hal ini terutama merujuk kepada makna dakwah sebagai keseluruhan aktifitas menuju upaya perbaikan kualitas hidup manusia dengan dilandasi nilai-nilai tauhid. Fungsi masjid dalam dakwah merupakan fungsi yang sangat penting. Dengannya, peradaban umat islam dibentuk dan tumbuh dengan semangat keimanan dan menebarkan hakikat nilai kemanusiaan seutuhnya sesuai dengan fitrahnya.
Jika kita berbicara tentang pendidikan, maka pikiran kita akan langsung tertuju pada sekolah-sekolah formal yang telah didirikan baik oleh pemerintah maupun yayasan-yayasan. Namun pendidikan yang kami maksudkan disini lebih kepada pendidikan keteladanan.

Makna pendidkan sangatlah luas. Inilah yang sering dikacaukan oleh orang-orang belakangan ini, mereka tidak paham makna pendidikan yang hakiki. Mendidik dan mengajar sering kali dimaknai sebagai sesuatu yang tidak ada bedanya oleh orang kebanyakan bahkan oleh praktisi pendidikan itu sendiri. Padahal mengajar belum tentu mendidik, namun mendidik sudah pasti mengajar.

Mengajar hanya sekedar mentransfer pengetahuan, namun mendidik lebih jauh dari  itu. Suasana kebathinan dan keteladanan lebih ditonjolkan darinya. Jika hanya mentransfer pengetahuan, maka terbentuklah peribadi-peribadi yang pintar namun tak bermoral. Berapa banyak orang yang pintar, namun pintarnya disalahgunakan untuk mencurangi dan mendzolimi orang lain. Banyak praktisi-praktisi pendidikan yang hebat dalam mengajar, namun tidak memberikan keteladanan kepada murid-murid mereka. Orang yang seperti ini hanya bisa mengajar namun sayangnya tidak berhasil dalam mendidik. Mengajar boleh jadi menghasilkan orang-orang pintar, namun mendidik sudah pasti menghasilkan orang-orang terdidik, berintegritas, dan memiliki jati diri yang kuat.
Mendidik adalah memberikan keteladanan, seirama antara perkataan dan perbuatan. Berkata lalu mencontohkan, mengajak lalu memberikan keteladanan. Mendidik bukan hanya tugas guru disekolah. Setidaknya ada 4 (empat) komponen yang dapat berperan dalam pendidikan, yakni orang tua/ keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Ketiga komponen ini hendaknya berperan aktif dalam pendidikan. Tidak boleh orang tua/ keluarga berlepas tangan dari pendidikan anak-anaknya. Tidak boleh hanya mengandalkan sekolah. Tidak boleh juga masyarakat tidak peduli terhadap proses pendidikan. Masyarakat juga harus menunjukkan peran dan kepeduliannya, misalnya saja jika ada sekolah dalam sebuah pemukiman yang memungkinkan murid dari sekolah tersebut berinteraksi dengan masyarakat, maka ketika ada muridnya yang membolos atau merokok di jam pelajaran, maka masyarakat harus menunjukkan kepeduliannya dengan paling tidak menegur atau berkomunikasi dengan gurunya disekolah.
Status ekonomi berkecukupan bukanlah faktor penentu dalam mendidik anak. Namun faktor yang paling menentukan adalah bagaimana sikap dan perilaku sebagai orang tua kepada anak-anaknya. Ingat, “Al madrosatul ula fil baity”, sekolah pertama bagi anak adalah dirumah. Berapa banyak orang tua yang sukses secara ekonomi, namun tidak diiringi dengan kesuksesan mereka dalam hal mendidik anak-anak mereka.
Sadar atau tidak, anak-anak akan meniru sikap dan perilaku orang tuanya dan orang-orang yang berada disekililingnya. Apa yang ditiru tersebut tentu akan berakar dalam jiwa dan kemudian akan menjadi karakter yang melekat pada diri mereka. Jika kita perhatikan dengan seksama rusaknya lingkungan sangat berdampak serius bagi karakter anak-anak kita. Sehingga wajar kemudian jika ada sebagian orang tua yang memahami kondisi ini lalu mengambil keputusan dengan memasukkan anak mereka ke dalam pondok pesantren. Tindakan tersebut diambil oleh orang tua dalam rangka menciptakan lingkungan yang sangat positif bagi anak mereka. Di pondok pesantren mereka mengaji, shalat 5 waktu, rutin shalat dhuha dan shalat malam serta shalat-shalat lainnya, latihan puasa sunnah, dsb.
Berkaitan dengan pendidikan, maka adalah kesempatan emas bagi para orang tua untuk melakukan pendidikan bagi anak-anak mereka yang belia untuk dilatih shalat berjamaah dimasjid dengan baik dan khidmat. Dampingilah anak-anak kita jika kemasjid, jangan biarkan ia sendirian datang kemasjid, bukan apa-apa, tapi orang tua patut khawatir jangan-jangan anaknya membuat jamaah lainnya terganggu. Kita tidak boleh melarang anak datang kemasjid lantaran ia sering berulah dan membuat ribut dimasjid, justru sebaliknya kita sebagai orang tua harus berbahagia dan bersyukur jika ia ingin ikut kemasjid. Yang harus kita maksimalkan adalah pendampingan dan pengawasan baginya ketika ia datang kemasjid. Jika anak kita sulit dikontrol karena rebut dan mengganggu jamaah, maka jangan segan-segan untuk segera dibawa pulang agar kekhidmatan para jamaah lainnya tidak terganggu. Selain itu masyarakat juga harus peduli, jangan melakukan pembiaran terhadap perilaku buruk anak yang terjadi didepan mata, ingatkan dan nasehatkan baik-baik dengan kata-kata yang baik. Arah dan tuntun anak-anak kita kepada kebaikan. Sangatlah berbahaya jika kita melakukan pembiaran, karena pembiaran yang kita lakukan tersebut sama saja dengan melegalkan dan melakukan pembenaran terhadap perilaku buruk tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

TASYAKKURAN PELANTIKAN KEPALA DESA KALIJAGA TENGAH BERASA TABLIGH AKBAR

Desa Kalijaga Tengah hari ini melangsungkan acara Tasyakkuran Pelantikan Kepala Desa Kalijaga Tengah periode 2018-2024. Acara ini dirangkaikan dengan Silaturrahmi Bapak Drs. H. Sukiman Azmy, MM Bupati Lombok Timur terpilih periode 2018-2023. Kepala Desa Kalijaga Tengah Bapak Ashari, S.PdI yang telah dilantik pada tanggal 16 Agustus lalu mengawal langsung acara ini. Bertempat di Masjid Darurat Raudhatul Jannah Dusun Asmalang Selatan Desa Kalijaga Tengah acara ini dihadiri oleh segenap komponen masyarakat yang ada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya. Tampak juga hadir Bapak Camat Aikmel H. Hadi Fathurrahman, Bapak Kapolsek Aikmel dan jajarannya, para guru dari berbagai sekolah dan madrasah yang berada di Desa Kalijaga Tengah dan sekitarnya serta beberapa kepala desa diwilayah kecamatan Aikmel dan lenek. Acara ini terpaksa mundur dari jadwal yang semestinya berlangsung mulai pukul 10.30 Wita akibat padatnya agenda Bupati Lotim terpilih ini. Beliau baru tiba dilokasi acar...

MEMUNCULKAN SISI KEMANUSIAAN DALAM DAKWAH

OLEH : ASHHABUL YAMIN Memunculkan sisi kemanusiaan dari dakwah adalah satu dari sekian resep jitu yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam mengemban Risalah dari Allah SWT. Sebuah resep dakwah yang efektif yang dijalankan dan terbukti ampuh mampu menyebarkan Agama Islam ini keseluruh penjuru dunia. Beliaupun telah mentransformasikan resep dakwah itu kepada para sahabat beliau. Sebuah prestasi yang membanggakan dan sulit untuk dibayangkan bagaimana beliau berproses memperjuangkan dakwah ini. Proses itupun sudah sedikit banyak kita dengar dari sirah nabawiyah beliau, bagaimana beliau ketika menjadi panglima pada perang uhud, bagaimana para sahabat yang dalam keadaan terluka parah bangkit dan bangun mengejar kaum kafir atas perintah dari nabi. Sungguh totalitas yang sulit dipercaya. Hubungan kemanusiaan atau social relation adalah hal yang menjadi perhatian beliau ketika berdakwah. Beliau meyakini bahwa tegaknya agama Allah ini adalah menegakkan secara totalitas s...

STRATEGI MERAIH KEBERKAHAN DENGAN MENJAGA WUDHU

OLEH : ASHHABUL YAMIN Hidup dalam keberkahan, tentu menjadi dambaan setiap insan. Dengan keberkahan waktu yang sedikit sekalipun menjadi lebih produktif, uang belanja yang pas-pasan pun menjadi cukup untuk kebutuhan hidup keluarga, peluang-peluang untuk semakin banyak berbuat kebaikanpun semakin terbuka lebar, dan kebahagiaan hidup dunia dan akhiratpun insyaalloh akan kita raih. Begiutlah jika hidup kita dipenuhi dengan keberkahan. Bagaimana strategi untuk mendapatkan hidup yang berkah? Strateginya adalah dengan membuka kran perbuatan baik sebanyak-banyaknya, dan menutup kran perbuatan negatif srapat-raptanya. Strategi yang dimaksud akan dapat efektif jika kita mampu memulainya dengan menjaga wudhu. Berwudhu adalah bersuci dari hadast kecil yang biasa kita lakukan sebelum melakukan ibadah-ibadah yang mensyaratkan berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukannya, seperti shalat dan membaca Al Qur’an. Setelah berwudhu kita akan merasakan perubahan suasana kebathinan da...